Saat ini, cara pembuatan konstruksi tandon air menjadi sebuah ilmu yang cukup penting dalam proses pembuatan rumah modern. Hal ini karena desain rumah modern yang relatif minimalis membuat banyak orang menggunakan sistem perairan dengan metode tangki penampung air.
Jenis-Jenis Konstruksi Tandon Air
Seperti yang Anda ketahui, bahwa pembahasan tentang jenis-jenis pondasi tandon air telah dibahas dalam artikel sebelumnya. Namun, bagi Anda yang ketinggalan pembahasan tersebut, berikut adalah informasi singkat tentang beberapa jenis konstruksi pondasi tangki penampung air.
1.Besi atau Baja

Dalam cara pembuatan konstruksi tandon air, Anda bisa menggunakan baja sebagai pondasi utama penyangga tangki air. Selain itu, baja memiliki karakter bahan yang awet dan durabilitas atau daya tahannya terhadap cuaca juga terbukti sangat kuat.
Namun, untuk menggunakan baja sebagai pondasi, budget yang Anda harus keluarkan juga mungkin relatif cukup mahal sesuai dengan kualitas baja tersebut. Selain itu, penyusunan kerangka baja juga harus dilakukan dengan benar agar tidak terjadi retak di kemudian hari.
2.Beton

Konstruksi beton adalah alternatif kedua untuk membuat sebuah pondasi penyangga bagi tangki air. Selain itu, untuk membuat pondasi jenis beton ini cukup mudah dan tidak memerlukan teknik khusus.
Hal ini karena pada dasarnya pondasi beton untuk tandon air mempunyai proses yang sama untuk pembuatan pondasi beton rumah pada umumnya. Bahkan, budget untuk pembuatan pondasi beton ini juga cukup murah. Anda hanya perlu bahan baku semen, batu kerikil (split), dan pasir sebagai bahan utama coran pondasi.
Akan tetapi, kekurangan pondasi beton ini terletak pada umur beton. Dalam mengerjakan pondasi beton ini, Anda harus memilih bahan yang tepat pada adukan coran-nya. Selain itu, pada tahap pemasangan tandon, Anda perlu menunggu pondasi tersebut kering setelah tahap pengecoran.
3.Kayu

Jika Anda ingin membuat pondasi tangki air dengan budget yang lebih murah lagi, Anda bisa menggunakan pondasi kayu sebagai alternatif. Namun, kayu yang dapat Anda gunakan untuk cara pembuatan konstruksi tandon air adalah jenis balok kayu berukuran diameter 6×12 cm.
Anda tidak perlu takut, soal daya tahan dari pondasi balok kayu ini juga memiliki durabilitas yang tinggi. Hal ini membuat jenis pondasi ini juga terbukti awet dan efisien dalam menyangga tangki air.
Namun, untuk jenis pondasi kayu ini memang relatif memiliki umur yang pendek. Selain itu, pondasi kayu memang murah tapi sangat berisiko termakan rayap dan cenderung tidak tahan terhadap faktor cuaca buruk.
Baca juga : Pentingnya Pondasi Tandon Air
Cara Pembuatan Konstruksi Tandon Air dengan Pondasi Baja
Setelah mengetahui jenis-jenis konstruksi untuk keperluan penyangga tangki air, tentu Anda penasaran bagaimana cara membuatnya? Jika Anda menggunakan konstruksi besi atau baja, ini dia cara pembuatan konstruksi tandon air yang perlu Anda lakukan:
1.Buat Pondasi Sloof dan Pile Cap
Sebagai tahapan awal pembuatan pondasi tandon, Anda perlu menggali tanah dengan kedalaman satu meter. Setelah itu, Anda dapat membuat sebuah pondasi tanah pile cap dan sloof.
Pile cap dan sloof ini berfungsi sebagai penyangga konstruksi besi atau baja dari tanah agar memiliki daya cengkeram terhadap guncangan. Selain itu, pondasi pilecap dan sloof ini juga berfungsi sebagai penahan baja dari serangan karat, faktor cuaca, dan kendala lain yang membuat penyangga rusak.
2.Masukan Konstruksi Besi atau Baja dalam Pile cap
Tahap kedua cara pembuatan konstruksi tandon air dengan menggunakan struktur besi dan baja adalah tahap pemasangan pondasi utama. Biasanya, untuk pondasi besi dan baja telah tersedia yang sudah siap pakai di toko material bangunan. Jadi, Anda tidak perlu lagi merangkai pondasi secara manual.
Setelah Anda memiliki pondasi utama, silakan tancapkan pondasi baja tersebut pada bagian beton pile cap. Kemudian cor bagian pile cap dan pondasi tersebut sampai batas titik 0 tanah.
3.Pasang Tandon Air di Bagian Atas Pondasi
Terakhir, silakan pasang tandon air tersebut pada bagian atas pondasi utama. Selain itu, pada tahap ini Anda juga perlu memasang jalur pipa dari sumber air menuju tangki air, dan dari tangki air menuju sistem perairan di dalam rumah.
Penempatan Tandon Air yang Benar
Pada dasarnya, untuk penempatan posisi tangki air yang benar adalah di sekitar area luar rumah yang terdekat dengan sumber air dan dekat dengan sistem perairan rumah. Hal ini agar Anda lebih mudah dalam proses pemasangan tandon dan perbaikan.
Sudah Paham Cara Pembuatan Tandon Air?
Sekian pembahasan tentang cara pembuatan konstruksi tandon air. Perlu Anda ketahui, bahwa konstruksi terbaik bagi penyanggah tangki air ini adalah jenis pondasi baja. Hal ini karena tingkat ketahan besi dan baja relatif lebih lama daripada jenis pondasi lain.